Senin, 07 Juni 2010

perdagangan manusia

Seribu Wajah Perdagangan Manusia;
Bagaimana Jadinya Manusia Diberi Label Harga.

Jawabanya tentu selangit. Terbukti perdagangan manusia termasuk jenis perdagangan illegal yang paling mendatangkan laba di dunia, disamping perdagangan narkoba dan perdagangan gelap senjata yang laris tentu saja kelompok manusia paling rentan seperti perempuan dan anak.
Sekedar bahan perenungan laporan PBB (2002) meyebutkan, sindikat internasional perdagangan manusia dapat meraup keuntungan 7 miliar dolar AS setiap tahun dari perdagangan atas 40 – 70 ribu anak dan perempuan asal Indonesia. Persolan seperti ini semakin marak tetapi keseriusan pemerintah dalam meyikapi fenomena puncak gunung es aktifitas perdagangan anak dan perempuan di Indonesia belum terlihat.
Meski isu ini dianggap sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia (HAM), namun tidak muda bagi tangan-tangan hukum untuk menyeret pelakunya sebab, ada banyak modus yang biasa diguakan sebagai penyamaran dan tentu saja ada banyak pihak yang bermain dalam bisnis ini bukan Cuma pemain lokal ini sudah merupakan permainan transnasional.
Yang memiriskan, para korban kadang tidak menyadari jika mereka telah terjebak dalam situasi ini, maka tidak heran dalam banyak kasus perdagangan manusia, orang-orang terdekat mereka terlibat termasuk orang tua atau suami yang mestinya melindungi mereka. Ketiadaan pemahaman atau rendahnya pengetahuan dianggap sebagai sebabnya.
Masalah kemiskinan tampaknya menjadi alasan utama atas pertanyaan mengapa perdagangan manusia terus mengalami peningkatan sadar tidak sadar modus ini sudah menjadi salah satu sumber penghasilan yang menggiurkan.
Modusnya bias bermacam-macam mulai dengan memanfaatkan kondisi oknum misalnya mengiming-imingi korban sesuai dengan kebutuhan si korban dan lain sebagainya.
Tahun 2001, laporan trafficking manusia (trafficking in persons report) yang dikeluarkan oleh departemen luar negri Amerika Serikat menempatkan Indonesia sebagai Negara yang berada pada tingkat ke tiga. Negara yang menempati urutan ini dianggap kurang melakukan tindakan-tindakan serius untuk melawan perdagangan manusia padahal korban sudah berjatuhan dimana-mana.
Beberapa contoh tindakan yang dapat dikategorikan dalam lingkup perdagangan manusia khususnya perempuan dan anak-anak adalah sebagai berikut :
1. adopsi/pengangkatan anak yang tidak sesuai prosedur atau diperjualbelikan kepada warga sendiri atau warga Negara asing.
2. pemesanan kemanten/mempelai perempuan atau permintaan dari tempat-tempat tertentu untuk dijadikan istri kontrakan.
3. melibatkan anak-anak dalam perdagangan obat-obatan terlarang.
4. anak-anak yang dipekerjakan di perkebunan.
5. eksploitasi pedophilia seksual.
6. pornografi perempuan dan anak.
7. perdagangan perempuan dan anak untuk kerja paksa.
8. mempekerjakan perempuan dan anak untuk pekerjaan pengemisan atau meminta-minta.
9. mempekerjakan perempuan dan anak dalam kerja seks atau kegiatan pelacuran.
Traffiking manusia adalah perbudakan modern dan merupakan kejahatan kemanusiaan yang berarti pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM), maka pihak-pihak yang bertanggung jawab perlu membangun pencegahan dan penangulangan secara sistematis dan terpadu, baik paying hukum maupun system penanganannya.

Minggu, 30 Mei 2010

menangani masalah remaja

Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti?

Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Jenis-jenis kenakalan remaja

  • Penyalahgunaan narkoba
  • Seks bebas
  • Tawuran antara pelajar

Penyebab terjadinya kenakalan remaja

Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Faktor internal:
  1. Krisis identitas
    Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
  2. Kontrol diri yang lemah
    Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Faktor eksternal:
  1. Keluarga
    Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
  2. Teman sebaya yang kurang baik
  3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja:

  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

Minggu, 02 Mei 2010

Makalah

teori organisasi umum

perilaku konsumen dan produsen




Kartika Sari

11108100

2ka11






Perilaku konsumen :


Adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.

Konsep Elastisitas


Dalam ilmu ekonomi , elastisitas adalah rasio dari perubahan persen dalam satu variabel terhadap perubahan persen dalam variabel lain. Ini adalah alat untuk mengukur respon fungsi untuk perubahan parameter secara relatif. Biasanya dianalisa adalah elastisitas substitusi , harga dan kekayaan. Elastisitas adalah alat populer di kalangan empirisis karena independen dari unit dan dengan demikian memudahkan analisis data.
Sebuah "elastis" baik adalah salah satu yang elastisitas harga permintaan memiliki besar lebih dari satu. Demikian pula, "Unit elastis" dan "elastis" menggambarkan barang dengan elastisitas harga memiliki besar dari satu dan kurang dari satu masing-masing.
Tingkat dimana suatu permintaan atau penyediaan kurva bereaksi terhadap perubahan harga adalah elastisitas kurva itu. Elastisitas bervariasi antar produk karena beberapa produk mungkin lebih penting untuk konsumen. Produk kebutuhan yang lebih sensitif terhadap perubahan harga karena konsumen akan terus membeli produk ini meskipun kenaikan harga. Sebaliknya, kenaikan harga barang atau jasa yang dianggap kurang dari kebutuhan akan mencegah lebih banyak konsumen karena biaya kesempatan untuk membeli produk tersebut akan menjadi terlalu tinggi.
Sebuah barang atau jasa dianggap sangat elastis jika sedikit perubahan harga menyebabkan perubahan tajam dalam kuantitas yang diminta atau diberikan. Biasanya ini jenis produk yang tersedia di pasar dan seseorang tidak selalu membutuhkan mereka dalam kehidupan sehari-hari nya. Di sisi lain, sebuah inelastis barang atau jasa yang merupakan salah satu saksi perubahan harga hanya perubahan sederhana dalam kuantitas yang diminta atau diberikan, jika ada sama sekali. Barang-barang ini cenderung hal-hal yang lebih dari kebutuhan kepada konsumen dalam kehidupan sehari-hari nya.
Harga
Harga elastisitas permintaan (PED) mengukur persentase perubahan kuantitas yang diminta (Q) yang disebabkan oleh perubahan satu persen dalam variabel harga (P). Sebuah perubahan harga menyebabkan gerakan sepanjang kurva permintaan yang mencerminkan perubahan kuantitas yang diminta. PED adalah pengukuran seberapa jauh sepanjang kurva gerakan ini atau berapa banyak kuantitas yang diminta perubahan. Matematis PED = (∂ Q / ∂ P) (P / Q). Turunan parsial ∂ Q / ∂ P menunjukkan bahwa semua faktor penentu lainnya sedang permintaan tetap konstan. PEDs hampir selalu negatif. Konvensional, para ekonom menggunakan nilai absolut dalam membahas elastisitas. Jika PED lebih besar dari 1 permintaan dikatakan elastis; permintaan antara nol dan satu tidak elastis dan jika PED sama dengan satu permintaan adalah unit-elastis. Sebuah kurva permintaan inelastis sempurna, tegak lurus terhadap sumbu X, memiliki elastisitas nol.. Sebuah kurva permintaan elastis sempurna, horizontal untuk sumbu X, tidak terbatas elastis.
Ada hubungan yang diprediksi antara pendapatan dan elastisitas. Tergantung pada PED, orang dapat meningkatkan pendapatan baik dengan meningkatkan harga dan mengorbankan kuantitas atau dengan mengurangi mereka dan menghasilkan lebih.
Silang
Cross elastisitas harga permintaan (XED) mengukur persentase perubahan permintaan untuk kebaikan dalam pertanyaan yang disebabkan oleh perubahan satu persen dalam harga barang yang terkait. barang istimewa adalah melengkapi dan pengganti. Perubahan harga suatu tujuan yang baik terkait kurva permintaan bergeser mencerminkan perubahan dalam permintaan. XED adalah pengukuran seberapa jauh kurva pergeseran horizontal sepanjang sumbu-X. Matematis XED = (Q / ΔPrg) (PRG / Q) di mana PRG adalah harga barang yang terkait. Elastisitas harga silang dari permintaan mengukur respon permintaan yang baik x terhadap perubahan harga suatu barang yang terkait, y. Jika harga dari komplemen (pengganti) naik permintaan untuk kebaikan tersebut akan turun (atas) - hubungan adalah terbalik (positif) dan tanda koefisien yang terkait baik akan negatif (positif). Koefisien elastisitas menunjukkan kekuatan hubungan-seberapa kuat komplementer (pengganti) yang baik terkait.
Cross-harga elastisitas permintaan digunakan untuk mempelajari kebiasaan konsumsi perokok berat setelah kenaikan substansial dalam harga rokok. Dalam sebuah studi kenaikan sepuluh persen dalam rokok menyebabkan "keluarga miskin merokok" untuk mengurangi rokok oleh 9%, makanan sebesar 17% dan perawatan kesehatan sebesar 12%. Pada orang kata lain akan mengurangi pembelian barang-barang dan jasa untuk terus merokok.
Pendapatan
Penghasilan elastisitas alat pengukur sensitivitas permintaan konsumen untuk suatu yang baik untuk perubahan pendapatan konsumen. Jika YED tinggi persentase kenaikan pengeluaran untuk kebaikan akan lebih besar daripada persentase kenaikan pendapatan konsumen. Dalam bahasa Inggris biasa jika penghasilannya naik konsumen akan membeli lebih banyak tentang kebaikan. Jika YED tinggi penurunan persentase pengeluaran untuk kebaikan akan lebih besar daripada penurunan persentase pendapatan konsumen. Sekali lagi jika penghasilannya turun dia akan sangat memotong pembelian nya yang baik. Konsumen dengan YEDs rendah akan bereaksi reaksi berlawanan. Respons mereka terhadap perubahan pendapatan dalam hal pola pembelian tidak bersuara. Jika pendapatan mereka meningkatkan pembelian barang akan naik sedikit. Jika pendapatan mereka menurun mereka akan mengurangi belanjanya dalam jumlah
kecil.

PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN SECARA KARDINAL dan ORDINAL

a. Pendekatan Kardinal atau Cardinal Approach

Menurut pendekatan kardinal kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan (misalnya:uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang bersangkutan. Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang. Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsiAsumsi dari pendekatan ini adalah sebagai berikut:

1. Konsumen rasional, artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.

2. Berlaku hukum Diminishing marginal utility, artinya yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.

3. Pendapatan konsumen tetap yang artinya untuk memenuhi kepuasan kebutuhan konsumen dituntut untuk mempunyai pekerjaan yang tetap supaya pendapatan mereka tetap jika salah satu barang di dalam pendekatan kardinal harganya melonjak.

4. Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap yang artinya uang merupakan ukuran dari tingkat kepuasan di dalam pendekatan kardinal semakin banyak konsumen mempunyai uang maka semakin banyak mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka..

5. Total utility adalah additive dan independent. Additive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing-masing barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent berarti bahwa daya guna X1 tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4 …. Xn dan sebaliknya.

b. Pendekatan Ordinal atau Ordinal Approach

Dalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. Asumsi dari pendekatan ini adalah:

1. Konsumen rasional artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.

2. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna yang artinya konsumen melihat barang dari segi kegunaannya.

3. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu artinya konsumen harus mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhannya.

4. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum artinya konsumen harus berusaha semaksimal mungkin walaupun hanya mempunyai uang terbatas untuk memenuhi kebtuhan mereka.

5. Konsumen konsisten, artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B, tidak berlaku sebaliknya

6. Berlaku hukum transitif, artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C, maka A lebih disukai daripada C

Teori Produsen dan Fungsinya
Yang dimaksud dengan teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya.
Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal:
produksi jangka pendek,
yaitu bila sebagian faktorSeorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan:
1. berapa output yang harus diproduksikan
2. berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.

Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar:
1. bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum
2. bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.

Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:

Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn)

dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya biasa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bias memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:
a) Y = a + bX ( fungsi linier)
b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)
c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.
Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut :

The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang).

Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahansatu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.

Hubungan produk dan faktor produksi yang digambarkan di atas mempunyai lima sifat yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Mula-mula terdapat kenaikan hasil bertambah ( garis OB), di mana produk marginal semakin besar; produk rata-rata naik tetapi di bawah produk marginal.
2. Pada titik balik (inflection point) B terjadi perubahan dari kenaikan hasil bertambah menjadi kenaikan hasil berkurang, di mana produk marginal mencapai maksimum( titik B’); produk rata-rata masih terus naik.
3. Setelah titik B, terdapat kenaikan hasil berkurang (garis BM), di mana produk marginal menurun; produk rata-rata masih naik sebentar kemudian mencapai maksimum pada titik C’ , di mana pada titik ini produk rata-rata sama dengan produk marginal. Setelah titik C’
4. Pada titik M tercapai tingkat produksi maksimum, di mana produk marginal sama dengan nol; produk rata-rata menurun tetapi tetap positif.
5. Sesudah titik M, mengalami kenaikan hasil negatif, di mana produk marginal juga negatif produk rata-rata tetap positif.

Dari sifat-sifat tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan produksi seperti yang dinyatakan
dalam The Law of Diminishing Returns dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
a. produksi total dengan increasing returns,
b. produksi total dengan decreasing returns, dan
c. produksi total yang semakin menurun.

Disamping analisis tabulasi dan analisis grafis mengenai hubungan antara produk total, produk rata-rata, dan produk marginal dari suatu proses produksi seperti diatas, dapat pula
digunakan analisis matematis. Sebagai contoh, misalnya dipunyai fungsi produksi :
Y = 12X2 – 0,2 X3,
dimana :
Y = produk
X = faktor produksi.

2. Produksi Optimal
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output. Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X, di mana Y = jumlah produk;
PY = harga produk;
X = faktor produksi;
Px = harga factor produksi.

Least cost combination
Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.
Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.

Senin, 22 Maret 2010

Ruang Lingkup Ekonomi dan penentuan harga penawaran n permintaan

MAKALAH
TEORI ORGANISASI UMUM
RUANG LINGKUP EKONOMI & PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN


NAMA : Kartika Sari

KELAS : 2ka11

NPM : 11108100

Jurusan sistem informasi

RUANG LINGKUP EKONOMI

Definisi dan Metodologi ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.
Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani, yakni (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonomi adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi seperti yang telah disebutkan di atas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.

Metodologi

Metodologi juga sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi yang telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.
Empat aspek yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis ekonomi. Aspek-aspek tersebut adalah:
§ Masalah pokok ekonomi yang di hadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan. Berdasarkan uraian mengenai masalah ekonomi pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu ekonomi.
§ Jenis-jenis analisis ekonomi.
§ Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
§ Bentuk-bentuk alat analisis yang digunakan pakar ekonomi dalam menerangkan teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa yang terjadi dalam perekonomian.

Masalah Ekonomi dan Kebutuhan untuk Membuat Pilihan
Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi…”Apakah yang diartikan dengan kegiatan ekonomi?”
Kegiatan ekonomi dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi barang dan jasa tersebut.

Masalah Pokok Ekonomi
1 Masalah kelangkaan

Masalah kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat.
Faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Oleh karena itu masyarakat tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barang yang mereka butuhkan atau inginkan. Mereka perlu membuat dan menentukan pilihan agar semua masyarakat dapat menikmati bersama.

2 Kebutuhan Masyarakat
Yang dimaksudkan dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Sebagian barang dan jasa ini diimport dari luar negeri. Tetapi kebanyakan diproduksikan di dalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk:
• Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli.
• Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli.

Keinginan yang disertai dengan kemampuan untuk membeli dinamakan permintaan efektif.
Jenis-jenis Barang :
1. Berdasarkan kepentingan barang tersebut dalam kehidupan manusia.Barang-barang tersebut dibedakan kepada barang inferior (contoh: ikan asin dan ubi kayu), barang esensial (contoh: beras, gula dan kopi), barang normal (contoh: baju dan buku) dan barang mewah (contoh: mobil dan emas).
2. Berdasarkan cara penggunaan barang tersebut oleh masyarakat. Barang-barang tersebut dibedakan menjadi barang pribadi (contoh: makanan, pakaian dan mobil) dan barang publik (contoh: jalan raya dan lampu lalu lintas).

3 Faktor-faktor produksi
Yang dimaksudkan dengan faktor-faktor produksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa.
Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan kepada empat jenis, yaitu:
1. Tanah dan sumber alam, faktor produksi ini disediakan oleh alam. Faktor produksi ini meliputi tanah, barang tambang, hasil hutan dan sumber alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.

2. Tenaga kerja, faktor produksi ini bukan saja jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi keahlian dan keterampilan. Dari segi keahlian dan pendidikannya tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: tenaga kerja kasar, tenaga kerja terampil dan tenaga kerja terdidik.
3. Modal, faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang dibutuhkan.
4. Keahlian keusahawanan, faktor produksi ini berbentuk keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Kealian keusahawanan meliputi kemahiran mengorganisasi ketiga sumber atau faktor produksi tersebut secara efektif dan efisien sehingga usahanya berhasil dan berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.

PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN’

Filed Under: Umum

Tags: teori organisasi umum 2

Dalam ekonomi terdapat permintaan dan penawaran yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Pengertian Permintaan dan Penawaran


Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar tradisional yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang cukup lama.

Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran


Jika semua asumsi diabaikan: Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaran


§ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan
Antara lain :
1. Perilaku konsumen
Saat ini pakaian model pendek memang sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin pakaian tersebut sudah dianggap kuno dan ketinggalan zaman.

2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika cabe merah dipasaran sedang tidak ada atau harganya sangat mahal maka permintaan untuk bawang merah dan bawang putih akan menurun.

3. Pendapatan atau penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan yang besar maka dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya sehingga tidak terlalu banyak pengeluarannya.

4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli cukup banyak ketika harganya masih rendah misalnya seperti sembako ketika ingin menjelang hari raya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran Antara lain :


1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih maka perusahaan pun dapat memangkas biaya produksi sehingga dapat memicu penurunan harga produknya.

2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya akan menjual produknya dengan jumlah keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah pula sehingga harga jual pun akan rendah dengan begitu maka dapat menarik minat konsumen untuk menkonsumsi produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.

3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual menjadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun, sehingga otomatis perusahaan akan mengalami penurunan dalam produksinya.

4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi. Misalnya persaingan dagang di pasar – pasar tradisional.

5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor. Misalnya ketika harga dollar naik maka otomatis harga dipasaran pun akan melonjak.

2.4 Penentuan Harga Keseimbangan
Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli dan penjual di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Sehingga terjadilah transaksi antara penjual dan pembeli

Sumber :

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/penentuan-harga-permintaan-dan-penawaran/definisi dan metodelogi ekonomi

MAKALAH
TEORI ORGANISASI UMUM
RUANG LINGKUP EKONOMI & PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Kamis, 18 Maret 2010

Ruang Lingkup Ekonomi

RUANG LINGKUP EKONOMI

1.1 Definisi dan Metodologi ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.
Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani, yakni (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonomi adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi seperti yang telah disebutkan di atas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.

Metodologi

Metodologi juga sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi yang telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.
Empat aspek yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis ekonomi. Aspek-aspek tersebut adalah:
§ Masalah pokok ekonomi yang di hadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan. Berdasarkan uraian mengenai masalah ekonomi pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu ekonomi.
§ Jenis-jenis analisis ekonomi.
§ Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
§ Bentuk-bentuk alat analisis yang digunakan pakar ekonomi dalam menerangkan teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa yang terjadi dalam perekonomian.

Masalah Ekonomi dan Kebutuhan untuk Membuat Pilihan
Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi…”Apakah yang diartikan dengan kegiatan ekonomi?”
Kegiatan ekonomi dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi barang dan jasa tersebut.

1.2 Masalah Pokok Ekonomi
1.2.1 Masalah kelangkaan

Masalah kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat.
Faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Oleh karena itu masyarakat tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barang yang mereka butuhkan atau inginkan. Mereka perlu membuat dan menentukan pilihan agar semua masyarakat dapat menikmati bersama.

1.2.2 Kebutuhan Masyarakat
Yang dimaksudkan dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Sebagian barang dan jasa ini diimport dari luar negeri. Tetapi kebanyakan diproduksikan di dalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk:
• Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli.
• Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli.

Keinginan yang disertai dengan kemampuan untuk membeli dinamakan permintaan efektif.
Jenis-jenis Barang :
1. Berdasarkan kepentingan barang tersebut dalam kehidupan manusia. Barang-barang tersebut dibedakan kepada barang inferior (contoh: ikan asin dan ubi kayu), barang esensial (contoh: beras, gula dan kopi), barang normal (contoh: baju dan buku) dan barang mewah (contoh: mobil dan emas).
2. Berdasarkan cara penggunaan barang tersebut oleh masyarakat. Barang-barang tersebut dibedakan menjadi barang pribadi (contoh: makanan, pakaian dan mobil) dan barang publik (contoh: jalan raya dan lampu lalu lintas).

1.2.3 Faktor-faktor produksi
Yang dimaksudkan dengan faktor-faktor produksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa.
Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan kepada empat jenis, yaitu:
1. Tanah dan sumber alam, faktor produksi ini disediakan oleh alam. Faktor produksi ini meliputi tanah, barang tambang, hasil hutan dan sumber alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.

2. Tenaga kerja, faktor produksi ini bukan saja jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi keahlian dan keterampilan. Dari segi keahlian dan pendidikannya tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: tenaga kerja kasar, tenaga kerja terampil dan tenaga kerja terdidik.
3. Modal, faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang dibutuhkan.
4. Keahlian keusahawanan, faktor produksi ini berbentuk keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Kealian keusahawanan meliputi kemahiran mengorganisasi ketiga sumber atau faktor produksi tersebut secara efektif dan efisien sehingga usahanya berhasil dan berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.

warta warga

Sabtu, 06 Maret 2010

10dc familly


sebelumnya maaf neh buat admin klo w ga bilang2 ngopy deskripsi grup qta and maaf juga klo w ga bisa ngetag kesmuanya.. tapi ga berarti lw ga dinggep atau dilupain,soalnya cuma muat 30 doank.. :)... bis lucu n biar pada baca lagi deskripsinya.. :) ne deskripsi grup kita :

"Sebelumnya lo pada tau ngga arrti sebenarnya dari 10 DC? 10 DC ini gw ambil dari berbagai macam bahasa dunia, salah satunya diambil dari bahasa KONGO !! pokoknya inti dari 10 DC itu adalah KA 10 DREAM CLASS.
kenapa gw memberi nama itu?? lo mau mau tau alasannya?? simple aja sih,, soalnya di kelas ini isinya penghuni yang ngga lazim kelakuannya, dari yang aneh sampai top quality. Disini gw cuma mau menggambarkan sedikit tentang penghuni2 KA 10. nah kita mulai dari yang pendiem, disana ada PANGESTU (kalagondang), RIZKI (achonx), RIZA, dan AYENTRI. Di samping itu di kelas ini juga terdapat orang2 yang ansos (anti sosial ) kaya DEVI (tagem), MARISA, ACA (cobra), sama PUTRI. Nah disini juga ada orang2 autis yang ilmunya banyak diandalkan anak2 khususnya dalam urusan nilai kaya ERIZA (epank), ANA (gumo'ong) sama ADIN. Oh iya gini2 di kelas ada beberapa mentalist lho, nih gw kasih tau namanya, ada FADLI, AJI (simpson), TIA, sama DELLA. Lo semua pada tau ngga kalo kelas ini punya orang2 super? nah disini gw kasih tau lo, ada AGES, sama HANIF(samson). Nah gw juga mau ngasih tau nih kalo dikelas ada pemuka agama yang takut banget sama wanita2 kelas namanya NOUVAN. Disamping nouvan ada juga anak yang kerjanya ngerusuh doang namanya EKO (echo), Weits tunggu dulu kata anak2 dia kaya preman soalnya dia sering banget pake celana jeans bolong, tapi dibalik penampilannya yang premanisme dia memiliki jiwa solidaritas yang tinggi. Disini juga ada GERVI, ANDI, ARIP (surip) sama TIKA yang care banget sama anak2 kelas kalo lagi susah. Terus ada juga lho yang up to date banget soal mode kaya VIVI, eh ada JAGAL juga yang jadi korban fashion, tapi sayangnya anak2 menganggapnya lucu, padahal menurutnya gaya dia itu keren abiss. Nah ada juga orang yang ngga bakal ngomong kalo ngga ditanya, macem IRA, MIA, sama AYU. ada juga nih orang yang punya tampang serem tapi berhati pink kaya HIZKIA (sibak), BERLIN (ucok). eh disini ada high quality jomblo lho namanya BADAI trus dia juga punya temen yang ngga punya nyali soal cewek yang dia suka, lo pasti semua udah pada tau, siapa lagi kalo bukan DUBUR, KALBUN, TOKEK, ANDIKA KANGEN, KIWIL (dhaniel). eh sory yang tadi nama asli Dhaniel terbalik sama nama samaranya. disini ada juga nih yang punya rambut ngga normal dari anak2 yang lain, namanya FERDIAN (kibo) yang ngga bisa naik motor selain motor matic sama rambutnya bau banget kalo dideketin. Ada juga yang punya badan besar tapi penyakitan , orangnya RAMADHAN. Btw dikelas ini juga ada beberapa anak yang datang dari daerah terpencil yang biasa disebut bogor, anak2nya ada BENTRA (cubluk), TB (tumbre), BINYO (kunya). oh iya ada yang ketinggalan HAVIDZ yang kakinya bau metromini. Ada artis nih namanya TIO dan GITA. ada juga nih the best absen yang biasa di panggil MARKUS sama YORI. dikelas juga ada orang yang ngga punya hormon lho namanya KEMAS (tancil). Selain itu juga ada lho yang orangnya kalem banget macem DODI. Dan satu lagi yang ngga boleh ketinggalan yaitu RIANO yang jadi panutan anak2 KA 10. Dan yang terakhir yaitu ketua kelas 1 KA 10 yaitu RENDI (binturong) yang sempat membuat anak2 kesal karena ulahnya, tetapi dia sangat berguna dalam hal perkuliahan misalnya mencatat jadwal dsb.

Sorry nih kalo ada nama yang belum kesebut dan juga kalo ada yang menyinggung perasaan. Tujuan gw buat kaya gini tuh untuk lebih mempererat tali persaudaraan kita..


1 KA 10
WE'LL NEVER SAY GOODBYE !!!!

Ooh iya,, yang bikin ini bukan Ferdi tapi orang misterius... "


oke tambahan dari w.. sekarang kita dah punya sodara-sodara yang laen loh.. kayak mancu yg dulunya di 1ka01,terus nilam anak interstudy, ma alex...

w harap seh sodara kita makin nambah... and ga bakal pisah-pisah minimal selama kita kuliah....

yang namanya sodara kalaupun berantem dia tetep sodara kan mau apapun keadaanya..? inget kata2 terakhir di grup kita...

WE'LL NEVER SAY GOODBYE !!!!



Rabu, 03 Maret 2010

artiket tentang nikah siri


Kementrian Agama menyerahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Peradilan Agama Tentang Perkawinan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang di dalamnya mengatur nikah siri, poligami, dan kawin kontrak. Pelaku nikah siri akan dikenakan sanksi berupa ancaman pidana 3 bulan dan denda maksimal 5 juta.

Sanksi pidana ini mendatangkan respons dari berbagai pihak. Majelis Ulama Indonesia menyepakati sanksi pidana, sedangkan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menyetujui adanya sanksi bagi pelaku pernikahan siri, tetapi bentuknya hukuman perdata. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) belum memberikan rumusan resmi terkait dengan sanksi hukum ini.

Namun menurut Komisioner Komnas Perempuan Neng Dara, lembaga independen ini sudah melakukan kajian tentang pentingnya pencatatan pernikahan sejak 2007. Banyaknya pihak yang dirugikan dari perkawinan tidak tercatat atau tanpa legalisasi menjadi latar belakang kajian ini.

"Perempuan dan anak adalah pihak yang menjadi korban dari pernikahan yang tidak tercatat menurut aturan hukum. Pencatatan pernikahan punya banyak manfaat, karena adanya bukti tertulis jika bicara Undang-undang negara dan hak warga negara. Namun tidak semua warga negara memiliki tanggung jawab. Jika pernikahan tidak tercatat, kemudian suami meninggalkan istri, pihak perempuan yang ingin menuntut nafkah anak atau kewajiban lain dari suami akan mengalami kesulitan karena tidak bisa dibuktikan tanpa catatan pernikahan," papar Neng Dara kepada Kompas Female.

Dengan pernikahan siri, posisi perempuan semakin tersudut. Jika pada perjalanannya, pernikahan mengalami masalah atau terjadi KDRT dengan kebanyakan perempuan sebagai korban, akan sulit untuk mengajukan tuntutan. Jika terjadi pengabaian terhadap istri dan anak, pihak perempuan juga tidak memiliki bukti kuat lantaran pernikahan tidak dicatatkan.

kompas.com